Arti dari Minal Aidin Walfaizin


Pertama masuk kerja setelah libur panjang lebaran, di tempat kerjaku setiap orang mengucapkan selamat lebaran sambil salam2an dan saling meminta maaf. Aku dan karyawan/ti departemenku pergi mengelilingi setiap ruangan untuk meminta maaf. Hari pertama masuk tdk digunakan untuk bekerja tapi sibuk mengelilingi setiap ruangan. Lagi pula juga lg ga ada kerjaan..
Akhirnya sampai juga keruangan, cape juga tp seneng bisa ketemu orang banyak dan tersenyum..🙂 Saat aku sedang mengerjakan sesuatu, tiba2 ada karyawan dari bagian lain datang ke ruanganku mengucapkan minal aidin walfaizin, aku menjawabnya “sama2, mohon maaf lahir bathin”.. Dia langsung bertanya padaku, apa arti dari minal aidin wal faizin?? Aku jawab ajah sesuai yg aku tau, mohon maaf lahir dan bathin itu jawabku. Kemudian dia bilang, salah karena bukan itu artinya. Lantas klo bukan mohon maaf lahir bathin apa dong??. Coba kamu cari arti tersebut, kita sebagai umat islam masa sama hal yang sering kita ucapkan saat idul fitri tp kita ga tua artinya. Malu dong sama jilbabmu, aku langsung menunduk dan malu.. Dalam hati aku merasa malu sekali sebagai muslimah tp kalimat tsb sampai aku ga tau.. Astagfirullah, aku harus banyak belajar lagi tentang hal yg mungkin banyak orang gampangin tp kenyataannya maknanya sangat dalam. Lalu dia bilang kepadaku untuk mencari tau itu semua dan besok dia akan datang lg untuk menunggu jawabanku..
Aku browsing di internet sampai aku menemukan website ini yang isinya

minal ‘aidin wal faizin? Menurut Quraish Shihab dalam bukunya Lentera Hati, kalimat ini mengandung dua kata pokok: ‘aidin dan faizin (Ini penulisan yang benar menurut ejaan bahasa indonesia, bukan aidzin,aidhin atau faidzin,faidhin. Kalau dalam tulisan bahasa arab: من العاءدين و الفاءيزين )

Yang pertama sebenarnya sama akar katanya dengan ‘Id pada Idul Fitri. ‘Id itu artinya kembali, maksudnya sesuatu yang kembali atau berulang, dalam hal ini perayaan yang datang setiap tahun. Sementara Al Fitr, artinya berbuka, maksudnya tidak lagi berpuasa selama sebulan penuh. Jadi, Idul Fitri berarti “hari raya berbuka” dan ‘aidin menunjukkan para pelakunya, yaitu orang-orang yang kembali. (Ada juga yang menghubungkan al Fitr dengan Fitrah atau kesucian, asal kejadian)

Faizin berasal dari kata fawz yang berarti kemenangan. Maka, faizin adalah orang-orang yang menang. Menang di sini berarti memperoleh keberuntungan berupa ridha, ampunan dan nikmat surga. Sementara kata min dalam minal menunjukkan bagian dari sesuatu.

Sebenarnya ada potongan kalimat yang semestinya ditambahkan di depan kalimat ini, yaitu ja’alanallaahu (semoga Allah menjadikan kita). Jadi selengkapnya kalimat minal ‘aidin wal faizin bermakna (semoga Allah menjadikan kita) bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketaqwaan/kesucian) dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha Allah). Jelaslah, meskipun diikuti dengan kalimat mohon maaf lahir batin, ia tidak mempunyai makna yang serupa. Bahkan sebenarnya merupakan tambahan doa untuk kita yang patut untuk diaminkan.

Wallahu a’lam.”

Dari pembahasannya aku jadi tau yang tadinya selama ini aku tidak tau.. Ilmu itu luas bisa datang darimana saja, kitanya yang harus terus mencari.. Terima kasih pak untuk tegurannya pada saya untuk masalah ini. Intinya jangan pernah menyepelakan sesuatu yang mungkin kita anggap tidak penting, bisa jadi sesuatu yang kita anggap tdk penting ternyata mempunyai makna yang sangat mulia dan indah..

6 Comments (+add yours?)

  1. ineva
    Nov 16, 2010 @ 15:59:21

    wahh,,,wahh mba rini thx infonya,,,

    saia jg jd mengerti sekarang ^_^

    Reply

  2. Asop
    Oct 20, 2010 @ 07:51:36

    Jadi, lebih baik langsung bilang “maapkan saya lahir batin”…:mrgreen:

    Reply

  3. Fir'aun NgebLoG
    Sep 28, 2010 @ 12:59:29

    sebenarnya kalimat minal aidzin wak fa’idzin itu bukanlah do’a dari rosullah…
    bahkan bahasanya pun tidak dikenal dalam kamus arobi [itu bahasa indonesia yg diarabkan]

    klo pun kita mau bersunnah pada rasulullah, ucapkanlah “taqabbalallohu minna wa minkum” yang artinya “semoga allah menerima [semua] ibadah kita” dan dijawab dengan udapan yg sama. [riwayat imam ath-thirmidiz]

    Reply

    • rhinie
      Sep 28, 2010 @ 17:55:30

      terima kasih atas infonya, senengnya dapat ilmu lagi..
      iya neah saia masih banyak belajar lagi, jgn bosen2 yah untuk saling mengingatkan dan berbagi..🙂

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: