Sudikah Kau Menjadi Imam DiSetiap SholatKu

Tidak ada yang salah bila seorang muslimah merindukan cinta dan kasih sayang dari seseorang yang diharapkan akan menjadi pendamping hidupnya.

Setiap insan termasuk seorang muslimah pun berhak dan lumrah untuk merasakan kerinduan semacam itu.

Meskipun tak terungkap secara lisan, penantian dan impian untuk menggapai sebuah mahligai pernikahan adalah puncak gelisah dan kerinduan yang merupakan salah satu bentuk ujian seorang gadis muslim.

Ibarat sekuntum bunga yang sedang mekar atau bahkan telah mekar dan matang dalam waktu yang sudah cukup lama, adanya kecenderungan untuk disentuh oleh si kumbang jantan yang menawan dan memberikan sari madunya adalah salah satu fitrah yang lumrah dirasakan oleh seorang gadis.

Sayangnya, saat ini banyak sekali dan semakin banyak kumbang-kumbang jantan yang hanya mengobral rayuan gombal, kata-kata picisan, hanya menggoda, bahkan hanya ingin menghisap sari madu dari sang gadis saja, setelah dapat ia terbang dan menghilang entah kemana. Sedikit sekali kumbang-kumbang jantan yang bersedia berjuang untuk membawa sang gadis dengan jalan yang diridhoi oleh Allah swt yaitu sebuah jalan pernikahan.

Pernikahan merupakan sebuah ikatan suci..

Maka sudah sepatutnyalah setiap langkah untuk mencapainya pun harus dilakukan dengan cara yang suci.

Manakala seorang gadis telah merasakan kerinduan akan seorang pendamping hidup..

artinya secara sadar maupun tidak ia telah melangkahkan kakinya pada salah satu jalan yang akan menghantarkan pikiran dan hatinya pada sebuah mahligai pernikahan.

Untuk itu, hendaknya ia senantiasa berjaga dengan kuat dan berhati-hati dalam setiap langkah.

Jangan sampai ada noda yang tercecer dan mengotori jalan yang suci ini hingga tiba saat yang dinanti-nanti,

yaitu ketika Allah meridhoi dan mewujudkan sebuah pernikahan indah dan suci yang selama ini didambakan.

Memang penantian tidaklah membutuhkan tenaga yang ekstra besar.

Namun sebagian besar manusia pun mengakui bahwa penantian adalah salah satu pekerjaan yang sangat melelahkan.

Terlebih lagi penantian untuk sebuah pernikahan..ini merupakan sebuah penantian besar yang sangat melelahkan. Kerena dalam penantian inilah syaithon-syaithon dalam bentuk nafsu dan syahwat senantiasa menghampiri.

Manakala seorang gadis tengah berada dalam lelahnya sebuah penantian..

Maka pada saat itulah syaithon-syaithon sedang menatapnya sebagai sebuah sarapan pagi yang lezat dan siap untuk disantap.

Oleh karena itu, seorang muslimah hendaknya benar-benar mengerti hal-hal yang sebaiknya ia lakukan dalam masa penantiannya.

Dengan demikian, penantiannya untuk sebuah pernikahan yang indah dan suci tidak akan sia-sia dan Allah akan memberikannya seorang pendamping Robbani dalam pernikahan yang telah menjadi impian.

Pernikahan adalah awal dari sebuah kehidupan dan perjalanan hidup yang baru.

Idealnya, perjalanan panjang hendaknya disertai dengan bekal yang benar dan cukup.

Demikian pula dengan pernikahan, membutuhkan bekal yang tidak sedikit dan sembarangan.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang sepatutnya dilakukan dan diistiqomahkan oleh seorang muslimah dalam penantiannya untuk menuju sebuah pernikahan yang diridhoi oleh Allah swt.

Langkah-langkah inilah yang insya Allah akan menjadi bekal untuk berlayar di atas lautan dan gelombang kehidupan dengan ombak dan badai yang selalu mengintai. Langkah-langkah inilah yang akan menjadi kompas dan bahan bakar untuk perahu pernikahan.

1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah

Menantikan seorang lelaki sholih yang akan meminang dan menyandingnya dalam sakralnya pernikahan memang akan memancing datangnya berbagai bentuk godaan. Untuk itulah, seorang muslimah hendaknya terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya (baik ibadah fardhu maupun sunnah) untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah swt. Insya Allah, dengan peningkatan ibadah ini Allah akan memberikan kekuatan dan pertolongannya untuk menghadapi godaan-godaan yang mencoba untuk menggoyahkan dan memikatnya.

2. Istiqomah dalam doa dan tawakal

Sesungguhnya, segala sesuatu yang terjadi maupun yang tidak terjadi adalah hanya atas kehendak Allah swt semata. Rizki, maut, dan juga jodoh, itu semua berada dalam genggaman Allah swt, tidak akan ada yang mampu merubahnya kecuali Dia. Dan sebagai manusia, yang diwajibkan hanyalah berusaha dan berdoa dengan sebaik-baiknya. Kemudian bertakwakallah kepada-Nya, serahkan dan percayakan segala keputusan final hanya kepada-Nya. Janganlah pesimis dan berburuk sangka kepada Allah, karena Allah akan mengikuti persangkaan hamba-Nya.“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqoroh: 153)

Istiqomahlah dalam berdoa agar diberikan pendamping hidup yang sholeh, dan dikaruniakan sebuah pernikahan yang barokah sehingga membawa kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Yakinlah bahwa Allah lebih mengerti apa yang terbaik untuk hamba-Nya.

3. Mempersiapkan diri

Meskipun dinanti-nanti, namun pernikahan bukanlah hal sepele yang dapat dicapai dan dijalani dengan sembarangan atau asal mau saja. Ketika seorang wanita telah memasuki pintu pernikahan, maka secara otomatis kewajibannya pun telah bertambah (demikian pula halnya dengan laki-laki). Maka dari itu, hendaknya seorang muslimah senantiasa mempersiapkan dirinya sebelum seorang pangerang yang diutus oleh Allah swt datang untuk menjemput dan membawanya menuju istana pernikahan yang sakral.

Teruslah membekali diri dengan ilmu, khususnya ilmu agama, dan terutama ilmu agama yang berkaitan dengan masalah kerumah tanggaan. Selain itu, seorang muslimah juga harus membekali dirinya dengan keterampilan berumah tangga. Dan bekal yang terakhir adalah mempersiapkan diri untuk menjadi seorang isteri sholihah yang taat dan senantiasa menyenangkan hati suami.

Saudariku, pernikahan adalah dambaan bagi setiap insan, tidak terkecuali seorang muslimah..

Dan menunggu pangeran sholih yang akan menjemputnya menuju mahligai pernikahan yang sakral bukanlah perjuangan yang ringan. Gelisah, gundah, tanda tanya, harap, cemas, semua membaur menjadi satu.

Namun, sekali lagi pernikahan bukanlah ikatan yang dapat dijalin dengan “mau” saja.

Untuk menuju pernikahan yang barokah, dibutuhkan bekal-bekal yang benar dan cukup.

Jangan sampai kita kehabisan bahan bakar ataupun perbekalan ketika sedang menyelami lautan pernikahan. Terlebih lagi menyelami lautan pernikahan tanpa membawa bekal, anda akan kelaparan dan kehausan.

Jangan sampai anda melupakan peta dan kompas manakala hendak menjelajahi belantara pernikahan.

Saudariku, rindukanlah sebuah pernikahan sakinah, mawaddah, warrohmah.

Rindukanlah seorang pendamping hidup yang akan membawa ikatan pernikahan mulia di dunia dan akhirat.

Dan tidaklah sebuah pernikahan akan sakinah, mawaddah, warrohmah, melainkan dengan kita memperjuangkannya di jalan yang diridhoi oleh Allah, melainkan kita masuki pintu pernikahan tersebut dengan menyebut asma Allah. Dan tidaklah semua pernikahan akan sakinah, mawaddah, warrohmah, kecuali kita menjalankannya dengan bekal yang cukup dengan bekal yang benar.

Allah, adalah pangkal tolak dan arah melangkah kita dalam menanti dan mengemudikan sebuah pernikahan.

Pernikahan yang barokah adalah pernikahan yang dilandasi dengan nilai-nilai iman dan takwa.

Hanya pernikahan yang barokahlah yang akan memberikan kebagiaan dunia dan akhirat.

Pernikahan dibawah naungan islam, pernikahan dibawah naungan Allah adalah pernikahan yang menjadi dambaan orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah.

Tiga langkah di atas merupakan secuil ikhtiar yang jika direalisasikan dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan keistiqomahan, insya Allah akan menjaga diri kita dari godaan-godaan yang menerpa manakala berada disebuah jalan menuju pernikahan dan akan menjadi bekal yang sangat bermanfaat dalam mengaruhi bahtera pernikahan kelak.

Semoga bermanfaat

sumber: http://www.facebook.com/pages/Arif-Ashadi-Rindu-Ibu/194411087243472

14 Comments (+add yours?)

  1. rhinie
    Apr 30, 2012 @ 19:32:08

    yang ingin copas silakan, semoga bermanfaat

    Reply

  2. susana
    Apr 29, 2012 @ 08:41:14

    Tak sabar aku menanti jodoh itu, yang terlalu lama ku rasakan, akankah jodoh itu datang pada ku dalam waktu yang dekat ini??? hanya Allah yang maha Tahu semua rencanYa

    Reply

    • rhinie
      Apr 30, 2012 @ 19:31:20

      Jodoh sama juga dengan rizki. Dan kapan kita mendapatkannya sudah ditentukan oleh Allah. Jadi kalau pertanyaanmu adalah kapan, maka jawaban pastinya ada pada Allah. Karena Allah lah yg paling tahu kapan kita akan bertemu dengan jodoh kita. Kita boleh saja berencana, tapi Allah lah yg menentukan. Allah Maha Tahu kapan aku akan mendapat jodoh dan kapan aku jadi pengantin.

      Reply

  3. Lisda Elistasari
    Feb 08, 2012 @ 19:04:16

    Ijin copas yaaa, syukron

    Reply

  4. Retno Puji Efriani
    Dec 11, 2011 @ 13:51:55

    siapa ya jodohku nanti? moga aja yang bisa jadi imam yang baik buat aku.

    Reply

  5. najmu sabah
    Sep 05, 2011 @ 13:09:08

    ijin copy

    Reply

  6. sarihunhasan
    Jun 30, 2011 @ 09:06:11

    persis nasehat EMAK saya,… siiiip !!!

    Reply

  7. Asop
    Jun 09, 2011 @ 20:23:23

    Jadi imam?
    Siap!!😳

    Reply

  8. Qunyit
    Jun 09, 2011 @ 15:04:55

    Ana uhibbuka fillah😉

    Semoga kita cepat dipertemukan jodohnya hee..

    Reply

    • rhinie
      Jun 09, 2011 @ 18:53:14

      ana uhibbuka fillah ya ukhti….

      maka berprasangka baiklah kepada Allah maka Allah akan memberikannya sesuai dengan prasangkamu..

      amin..amin..amin.. ya robbalalamin…

      Reply

  9. Adi Nugroho
    Jun 09, 2011 @ 14:54:07

    ahhh menikah..
    Beberapa hari ini banyak yg membahas ini..
    Jadi makin banyak tahu maksud dari menikah dan hal2 di dalamnya..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: