Ingin mengenal anak jalanan

o-matic
Namaku cantik, aku termaksud keluarga yang berkecukupan. Apapun yang aku mau pasti orang tuaku memberikannya. Maka dari itu aku jenuh, aku mau mencari kehidupan yang lain. Kali ini aku ingin mengenal anak jalanan. Aku ingin merasakan jadi seperti mereka yang hidup di jalan seperti pengamen. Sore itu aku memberanikan diri berkenalan dengan mereka para pengamen. Pengamen yang aku temui umurnya sebaya denganku. Umurku saat itu 17 tahun, ehm masa2 remaja yang seharusnya dihabiskan dengan belajar di sekolah, jalan2 sama temen2. Tapi.. mereka tidak.. aku berbincang2 dengan mereka dan berusaha untuk lebih akrab lagi. Mereka adalah ichuy, ridwan, rico, joya, asep dan masih banyak lagi. Keesokannya aku ketempat yang sama dan aku bertemu dengan mereka lagi teman2 baruku di jalan. Awalnya aku agak sedikit takut untuk kenal mereka, tapi saking keseringan bertemu mereka, aku mulai terbiasa dan membuang jauh2 prasangkaku. Mereka cerita tentang pengalamanya mengamen membuat aku ingin ikut turun ke jalan. Mereka mengajak aku mengamen. yuhuuu pengalaman pertama mengamen di lampu merah di salah satu jalan di jakarta,seru juga..hehehe

Kami mengamen dari angkot ke angkot yang laen. Banyak juga pengamen yang senasib dengan teman2 baruku ini. Tidak hanya yg sebaya denganku, kebanyakan dari mereka adalah anak kecil. Anak kecil yang tidak punya keluarga, dan ada juga anak kecil yang diperintah orangtuanya untuk mengamen. Mereka bersaing mengamen hanya untuk sesuap nasi. Diantara mereka ada satu anak kecil yang menarik perhatianku, namanya laela. Laela berumur 8 tahun, sekolah kelas 2 SD. Laela mengamen demi untuk membantu orang tuanya dan untuk sekolah. Seumur laela sudah bisa mencari uang sendiri??. sedih.. sentilan untuk diriku,hikss hikss. Seumur laela dulu, aku sedang asyik2nya sekolah, bermain, mau apa ajah dikasih ga pernah kekurangan. Apalagi ga pernah terbayang dipikiranku untuk mencari uang sendiri..

Melihat kenyataan yang dialami para pengamen jalanan tsb, memacu aku untuk lebih sering bertemu dengan mereka dan ikut serta mengamen. Setiap sore aku selalu hadir diantara mereka, mengamen dari angkot ke angkot yang lain. Ga malu, cuek dan ga peduli jika seandainya nanti bertemu dengan keluarga, tetangga ataupun teman yang mengenal aku. Menjelang malam kami selesai mengamen langsung menghitung pendapatan yang kami peroleh. Uang tesebut kami gunakan untuk makan dan selebihnya dibagi rata, uang ini adalah uang pertama dari hasil kerjaku. Butuh perjuangan untuk mendapatkan uang ribuan ini. Sungguh keras hidup dikota besar ini.

Banyak orang di luar sana yang berucap, seorang pengamen menjual suaranya untuk mendapatkan uang dan uang tsb digunakan untuk membeli narkoba, ataupun mabok-mabokan. Tidak semua pengamen seperti itu, pengamen yang aku kenal beda dengan anggapan masyarakat. Mereka mengamen untuk makan, untuk bayar kontrakan rumah, membantu keuangan keluarga, sekolah dan untuk kebutuhan sehari2 mereka. Para pengamen ini pun membentuk komunitas anak jalanan seni. Mereka mempunyai tempat khusus untuk anak jalanan yang ingin belajar musik dan cara menggunakan alat musik tradisional. Mereka juga mengikuti pentas seni anak jalanan.

Bagi mereka yang tidak mempunyai keluarga, mereka selalu bilang bahwa kita tidak sendiri. Berjuang tanpa mengenal putus asa, tidur dengan alas seadanya, kehujanan, kepanasan, mereka dengan ikhlas menerimanya.

Pelajaran yang sangat berharga kudapatkan dari mereka terutama anak kecil yang manis yaitu laela. Setiap aku mendapatkan uang hasil mengamen selalu kusimpan dan kuberikan pada laela. Komunikasi aku dengan laela makin intens jadi aku bisa dengan mudah untuk memintanya membagi waktu untuk belajar.

“biar mba ajah yang mengamen, nanti uang hasil mengamen mba kasih kamu. Jadi kamu ga perlu mengamen, kamu belajar saja dirumah” kataku.
“gpp mba, laela udah biasa koq. Laela mau bantu bapak dan mama” jawabnya polos

Melihat senyumannya yang manis dan ikhlas, membuat aku sedih. Ibu laela adalah seorang pemulung dan bapaknya seorang tukang ojek. Laela selalu bersyukur dengan apa yang ia dapatkan.

Pengalaman yang sangat berharga sekali dalam hidupku ini. Belajar menjadi pribadi yang kuat, pantang menyerah, semangat hidup yang tinggi, sabar bila diacuhkan oleh banyak orang, dan terutama bersyukur dengan apa yang kita terima saat ini.

NB: cerita hidup dari seorang sahabat yang aku sayangi, terima kasih atas curhatan yang telah kamu berikan padaku. Ini menjadikan sentilan dalam hidupku juga..
salam senyum selalu untukmu,,🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: